Leave a comment

Taman yang Runtuh : “DailyHaiga, an edited journal of contemporary and traditional haiga” Today

DailyHaiga on November 27th, 2013

Haiga Ken Sawitri Photograph Jimat Achmadi (Indonesia) Published for the 1st time in DailyHaiga on November 27th, 2013 Selected by Linda Pilarski

 

Dalam tradisi Islam, pembangunan taman dalam sebuah istana dikaitkan untuk menciptakan suasana seperti di dalam sorga. Fungsinya bukan sekadar untuk tempat bersenang-senang. Taman dalam istana kerajaan Islam punya beberapa fungsi khusus seperti tempat sultan menerima pelajaran tasawuf dari guru keruhaniannya dan juga tempat sultan menjamu tamu agung dari kerajaan lain.

Pentingnya air kolam atau sungai yang jernih dalam sebuah taman, menurut ahli seni petamanan Islam, adalah penting karena berkaitan dengan cahaya. Air yang jernih dapat menampung dan memantulkan cahaya matahari dengan sempurna. Air juga berfungsi sebagai cermin atau kaca yang memantulkan cahaya dari langit, dari Alam Atas.

Air dan bunga teratai adalah simbol yang mengandung arti seperti pembaruan, penyegaran kembali, dan pencerahan. Kolam yang airnya jernih juga berfungsi sebagai tempat penyucian diri. Dalam tradisi Islam seorang tamu negara akan selalu dibawa ke taman istana dan kemudian diharuskan mandi di taman sari untuk menyucikan diri.

Di sini istana, sebagai pusat sebuah kerajaan, haruslah merupakan sebuah dunia yang lengkap dan sempurna. .. Kemerosotan dan kemunduran sebuah negeri ditandai dengan merosotnya mutu dan keluasan tamannya.

Prof. Dr. Abdul Hadi, W.M.
‘Bustan al-Salatin’ Al-Raniri, Taman Ghairah dan Gunongan Aceh

What an Amazing World!

The Restored Gate to the Former Royal Bathing Complex The Restored Gate to the Former Royal Bathing Complex

“Transport Mister? Water Castle?” all rickshaw drivers kept asking me the same questions during my visit to Yogyakarta (Jogja) in January 2011. It was not my first trip to the city, however I always missed Taman Sari – or better known as the Water Castle to foreigners – on my previous visits for so many reasons, until this July.

On a sunny Tuesday morning, Alexander, Detta and I were joined by a group of local university students before the ornate gate of Taman Sari complex. Painted in an ivory color, the floral-patterned gate led to a small courtyard with a manicured garden which brought us to the royal bathing complex, a walled compound of three bathing pools and a watch tower.

During its heyday the tower was used by past Sultans to watch their concubines bathing in the pools and later…

View original post 787 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: